Kasus Akusatif (Accusative Case)
Makna dasar: membatasi atau menentukan cakupan tindakan. Menjawab pertanyaan: “sejauh apa?” atau “kepada siapa tindakan diarahkan?”
A. Penggunaan Substantival (Nomina)
1. Akusatif sebagai objek langsung (Accusative as Direct Object)
Menunjukkan objek yang menerima tindakan verba transitif.
2. Akusatif ganda (Double Accusative)
Ada dua bentuk:
- Accusative of Person + Thing: verba yang mengarah pada orang dan benda sekaligus.
Contoh: Matius 21:24 - Object–Complement Accusative: objek + pelengkap objek (diterjemahkan dengan “sebagai/to be”).
Contoh: Roma 10:9
3. Akusatif seakar (Cognate Accusative)
Objek berasal dari akar kata yang sama dengan verbanya.
4. Akusatif sebagai predikat (Predicate Accusative)
Predikat akusatif dalam hubungan kopulatif (infinitif/partisip).
5. Akusatif sebagai subjek dari infinitif (Accusative Subject of the Infinitive)
Subjek infinitif diletakkan dalam akusatif.
6. Akusatif objek yang tetap (Retained Accusative)
Objek tetap akusatif ketika verba diubah dari aktif menjadi pasif.
7. Akusatif Menggantung (Pendent Accusative)
Akusatif ditempatkan di awal kalimat dan diulang dengan pronomina.
8. Akusatif dalam Aposisi (Accusative in Apposition)
Dua nomina akusatif menunjuk pada hal/persona yang sama.
B. Penggunaan Adverbial (Keterangan)
1. Akusatif keterangan cara (Accusative of Manner)
Akusatif berfungsi seperti adverbia.
2. Akusatif keterangan waktu/jarak (Accusative of Measure)
Menjelaskan berapa lama atau sejauh mana tindakan berlangsung.
3. Akusatif keterangan hal / tentang (Accusative of Reference)
Menjelaskan aspek yang dibatasi: “dalam hal…”
4. Akusatif dalam sumpah (Accusative in Oaths)
Akusatif menunjukkan pihak yang dijadikan dasar sumpah.
C. Akusatif setelah Preposisi
Beberapa preposisi (contoh: είς) selalu diikuti akusatif.
