Pertemuan 2
Desain Penelitian Kualitatif dan Koherensi Bab I Proposal
Materi Workshop Metodologi Penelitian Kualitatif (Pertemuan 2)
I. Perbandingan Ontologis 5 Desain Kualitatif Utama
- Fenomenologi: Bertujuan untuk memahami esensi pengalaman hidup atau *lived experience* dari beberapa individu mengenai fenomena tertentu (misalnya, esensi pengalaman menjadi pendeta di daerah konflik).
- Etnografi: Bertujuan untuk menggambarkan dan menginterpretasikan pola budaya, nilai, dan *belief* yang dianut oleh kelompok yang berbagi budaya (*culture-sharing group*) dalam suatu konteks waktu yang berkelanjutan (misalnya, budaya kerelawanan dalam tradisi gereja tertentu).
- Studi Kasus: Bertujuan untuk mengembangkan pemahaman mendalam tentang satu atau beberapa kasus yang dibatasi (*bounded case*) melalui berbagai sumber data. Fokusnya adalah kasus itu sendiri, bukan lokasi atau populasi yang lebih luas (misalnya, kasus tunggal program teologi yang berhasil dalam memberdayakan ekonomi jemaat).
- Grounded Theory: Bertujuan untuk mengembangkan teori induktif tentang suatu proses, aksi/interaksi, atau serangkaian peristiwa yang terjadi seiring waktu (misalnya, proses adaptasi gereja terhadap praktik liturgi digital).
- Sejarah Lisan (Oral History): Bertujuan untuk merekam, menyusun, dan menganalisis pengalaman historis dari sudut pandang partisipan. Desain ini relevan untuk merekonstruksi sejarah lokal atau teologi yang terpinggirkan melalui narasi individu.
Kemampuan membedakan fokus ontologis kelima pendekatan ini merupakan hasil yang diharapkan dari sesi teori 40 menit ini.
II. Koherensi dan Justifikasi Bab I Proposal
III. Latihan di Kelas (LDK2) – Klinik Perumusan Bab I Proposal (40 Menit)
Sesi latihan ini berfokus pada praktik analitis untuk memastikan Draf Bab I Proposal (*milestone* TT2) memiliki dasar justifikasi yang kuat, terutama untuk studi yang memilih kerangka Grounded Theory.
Aktivitas LDK2: Menguji Koherensi dan Membatasi Masalah
Tujuan Kritis: Menghasilkan Rumusan Masalah dan Batasan Masalah Proyek Mini yang terfokus dan sesuai dengan desain yang dipilih.
- Analisis Latar Belakang Jurnal GT (15 Menit):
- Peserta menganalisis bagian Latar Belakang dari jurnal Grounded Theory yang disediakan.
- Peserta menentukan apakah **Celah Teoretis** (*Theoretical Gap*) telah teridentifikasi dengan jelas dan meyakinkan.
- Hasil yang Diharapkan: Pemahaman praktis tentang cara menjustifikasi *Grounded Theory* dalam Latar Belakang.
- Latihan Merumuskan Batasan Masalah (25 Menit):
- Berdasarkan Rumusan Masalah terbuka yang dipilih di P1, peserta berlatih merumuskan **Batasan Masalah** Proyek Mini.
- Batasan Masalah (misalnya: lokasi, populasi, atau fokus konseptual) harus memperjelas lingkup studi tanpa membatasi keluasan temuan yang bersifat induktif.
- Hasil yang Diharapkan: Draf Bab I Proposal (TT2).
Latihan ini secara langsung mendukung penyelesaian Tugas Terstruktur 2 (TT2) yaitu penyusunan Draf Bab 1 Proposal.
IV. Diskusi Komponen Pelengkap Proposal (20 Menit)
Sisa waktu dialokasikan untuk memfinalisasi komponen Bab I, yang sering diabaikan namun vital untuk perencanaan proyek.
- Komponen Waktu Penelitian:
Diskusi pentingnya menyusun estimasi Waktu Penelitian yang realistis, terutama mengingat sifat proses *iterative* dalam kualitatif (pengumpulan data yang berulang hingga *saturasi*). Waktu harus dialokasikan secara memadai untuk tahapan analisis *coding* yang intensif.
- Sistematika Pembahasan:
Memastikan mahasiswa memahami struktur Proposal Lengkap (Bab 1, 2, dan 3) dan bagaimana Sistematika Pembahasan yang ringkas dapat memberi gambaran utuh kepada pembaca mengenai keseluruhan kerangka studi.
