[xkuis timer=40 max_attempts=1000]
1. Pernyataan yang diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian; postulat dasar yang menjadi fondasi sistem deduksi. Istilah ini sering menjadi titik tolak argumen teologis.
a. Aksioma
b. Prinsip
c. Apriori
d. Verisimilitude2. Istilah teknis yang digunakan untuk menyebut “pribadi” dalam keesaan ilahi (Trinitas) atau penyatuan natur ganda Kristus.
a. Hipostasis
b. Imputasi
c. Transendental
d. Yudikatif3. Tindakan Allah menghitung atau memperhitungkan kebenaran Kristus kepada orang percaya.
a. Imputasi
b. Yudikatif
c. Apriori
d. Transendental4. Berkenaan dengan kekuasaan pengadilan atau penghakiman; merujuk pada tindakan Allah sebagai Hakim.
a. Yudikatif
b. Moderat
c. Prinsip
d. Hipostasis5. Melampaui pengalaman inderawi; merujuk pada kondisi dasar yang memungkinkan pengetahuan atau pengalaman itu ada.
a. Transendental
b. Aposteriori
c. Verisimilitude
d. Moderat6. Kaidah atau aturan normatif yang menjadi fundamen dan panduan otoritas bagi tindakan atau penalaran.
a. Prinsip
b. Aksioma
c. Apriori
d. Verisimilitude
7. Berasal dari nalar, tanpa perlu pengalaman empiris; pengetahuan yang sudah ada sebelum pengamatan.
a. Apriori
b. Aposteriori
c. Transendental
d. Imputasi
8. Berasal dari pengalaman empiris atau pengamatan; pengetahuan yang diperoleh setelah pengamatan.
a. Aposteriori
b. Apriori
c. Prinsip
d. Yudikatif
9. Sedang; tidak absolutis atau ekstrem; sikap yang menengahi.
a. Moderat
b. Verisimilitude
c. Prinsip
d. Aksioma
10. Kemiripan dengan kebenaran atau kenyataan; terkesan realistis, otentik, dan dapat dipercaya.
a. Verisimilitude
b. Transendental
c. Moderat
d. Hipostasis
11. Dalam perdebatan doktrin, penting untuk menetapkan …… yang sama, seperti kepercayaan pada Alkitab sebagai otoritas mutlak.
a. Aksioma
b. Prinsip
c. Apriori
d. Yudikatif
12. Teolog Kalsedon menjelaskan bahwa Kristus memiliki dua natur yang menyatu dalam satu ……
a. Hipostasis
b. Imputasi
c. Prinsip
d. Aposteriori
13. Tugas utama dosen adalah menjalankan otoritas …… dalam menilai dan memberi nilai pada hasil akhir studi mahasiswa.
a. Yudikatif
b. Moderat
c. Transendental
d. Verisimilitude
14. Konsep …… ganda menjelaskan bahwa dosa Adam diperhitungkan kepada kita, dan kebenaran Kristus diperhitungkan kepada orang percaya.
a. Imputasi
b. Yudikatif
c. Apriori
d. Hipostasis
15. Allah adalah pribadi yang …… dan absolut, melampaui waktu, ruang, dan pemahaman penuh manusia.
a. Transendental
b. Aposteriori
c. Verisimilitude
d. Moderat
16. Kesuksesan sebuah program pendidikan harus didasarkan pada …… pedagogi yang jelas dan teruji.
a. Prinsip
b. Aksioma
c. Apriori
d. Yudikatif
17. Kita memiliki kognisi …… bahwa membunuh adalah salah, bahkan sebelum kita memiliki pengalaman nyata tentang konsekuensi pembunuhan.
a. Apriori
b. Aposteriori
c. Transendental
d. Moderat
18. Penelitian yang mengumpulkan data lapangan tentang perubahan perilaku anggota gereja setelah khotbah adalah contoh pengamatan …… tentang efektivitas pengajaran.
a. Aposteriori
b. Apriori
c. Prinsip
d. Imputasi
19. Untuk mencapai konsensus dalam isu-isu sensitif, gereja sebaiknya mengambil posisi …… dan menghindari absolutisme.
a. Moderat
b. Verisimilitude
c. Transendental
d. Aksioma
20. Untuk membuat khotbah yang efektif, pendeta harus membangun narasi dengan …… yang tinggi agar pendengar tahu bahwa khotbahnya otentik dan relevan.
a. Verisimilitude
b. Transendental
c. Hipostasis
d. Apriori
21. Kesalahan penalaran di mana seseorang menyerang pribadi atau karakter lawan bicara, dan bukan menyerang argumentasinya.
a. Argumentum Ad Hominem
b. Strawman Fallacy
c. Hasty Generalization
d. Argumentum ad Verecundiam
22. Kesalahan penalaran di mana argumen lawan dibelokkan, dilebih-lebihkan, dibiaskan, atau disederhanakan secara ekstrem, kemudian argumen yang salah tersebut yang diserang.
a. Strawman Fallacy
b. Hasty Generalization
c. Argumentum ad Verecundiam
d. Argumentum Ad Hominem Fallacy
23. Sesat pikir yang menarik kesimpulan umum dari bukti atau sampel yang terlalu kecil atau tidak representatif.
a. Hasty Generalization
b. Argumentum ad Verecundiam
c. Strawman Fallacy
d. Argumentum Ad Hominem Fallacy
24. Kesalahan logika yang terjadi ketika validitas suatu tesis diterima hanya berdasarkan otoritas sumber yang mengucapkannya, meskipun sumber tersebut tidak kompeten di bidangnya.
a. Argumentum ad Verecundiam (Appeal to Authority)
b. Argumentum Ad Hominem Fallacy
c. Strawman Fallacy
d. Hasty Generalization
25. “Kita tidak perlu mendengarkan ide reformasi kurikulum dari Dosen Y karena dia selalu terlambat datang ke rapat dosen.” Kesalahan logika (sesat pikir) apakah yang terdapat dalam kalimat di atas?
a. Argumentum Ad Hominem Fallacy
b. Hasty Generalization
c. Strawman Fallacy
d. Argumentum ad Verecundiam
26. “Mengapa orang Kristen membuat manusia menjadi Tuhan” Kesalahan logika (sesat pikir) apakah yang terdapat dalam kalimat di atas?
a. Strawman Fallacy
b. Hasty Generalization
c. Argumentum ad Verecundiam
d. Argumentum Ad Hominem Fallacy
27. “Pendeta Budi, adalah seorang gembala yangg diurapi, beliau mengatakan bahwa investasi keuangan ini pasti berhasil. Oleh karena itu, semua anggota gereja harus ikut berinvestasi.” Kesalahan logika (sesat pikir) apakah yang terdapat dalam kalimat di atas?
a. Argumentum ad Verecundiam (Appeal to Authority)
b. Strawman Fallacy
c. Argumentum Ad Hominem Fallacy
d. Hasty Generalization
28. “Saya sudah mencoba diet sehat hanya selama dua hari dan berat badan saya tidak turun sama sekali. Oleh karena itu, dapat saya simpulkan bahwa diet sehat sama sekali tidak efektif dan sia-sia.” Kesalahan logika (sesat pikir) apakah yang terdapat dalam kalimat di atas?
a. Hasty Generalization
b. Argumentum ad Verecundiam
c. Argumentum Ad Hominem Fallacy
d. Strawman Fallacy
[/xkuis]
